Artikel

Belajar Memimpin dan Dipimpin dalam LDK Berbasis Nilai Ignasian

16-03-2026

Dalam upaya membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKS) menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal serta memahami makna memimpin dan dipimpin dalam kehidupan berorganisasi yang berlandaskan nilai-nilai Ignasian seperti kepedulian, refleksi, dan semangat pelayanan terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa yang mengikuti LDK HIMAKS diharapkan dapat memiliki kesiapan awal dalam menjalankan peran serta tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi. Selain itu, LDK HIMAKS juga menjadi langkah awal dalam membentuk karakter mahasiswa  yang tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga memiliki kesadaran, kepedulian, dan sikap reflektif dalam berorganisasi.
 
Dalam kegiatan LDK HIMAKS ini, para peserta mendapatkan berbagai materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan praktik berorganisasi. Salah satu pendamping, Bapak Agustinus Tri Kristanto, S.E., M.Ak., CRP, memberikan pemahaman dasar mengenai bagaimana sebuah organisasi bekerja. Beliau menjelaskan bahwa organisasi bukan sekadar kumpulan orang, tetapi sebuah sistem yang memiliki peran, fungsi, dan  tujuan yang saling terhubung. Dalam konteks HIMAKS, organisasi ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan program studi dengan mahasiswa, sehingga komunikasi, aspirasi, dan kebutuhan mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik.
 
Selanjutnya, Ibu Anastasia Filiana Ismawati, M.Acc., Ak. mengusung tema “Memimpin dan Dipimpin”. Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi lebih kepada proses bagaimana seseorang dapat memberikan pengaruh positif dalam tim.

Materi kepemimpinan dalam LDK ini semakin diperdalam melalui paparan dari Fr. Antonius Wahyu Santosa, S.J. yang membahas tentang kepemimpinan berbasis nilai Ignasian. Dalam penjelasannya, Fr. Wahyu menjelaskan tentang nilai-nilai Ignasian seperti kepedulian, refleksi, dan kesadaran diri menjadi dasar penting dalam membangun dinamika tim yang sehat. Tim yang menerapkan
 nilai-nilai ini tidak hanya fokus pada pencapaian tujuan, tetapi juga memperhatikan proses, relasi antar anggota, serta perkembangan pribadi setiap individu. Dengan demikian, tercipta lingkungan tim yang saling mendukung dan reflektif. 
 
Hal tersebut diperkuat oleh RP. Jakobus Aditya Christie Manggala, S.J. yang menekankan bahwa seorang pemimpin dalam tim Ignasian tidak harus menjadi sosok yang sempurna. Justru, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mengakui kelemahan diri dan terbuka terhadap kontribusi anggota tim. Sikap ini menciptakan rasa saling melengkapi dalam tim. Selain itu, refleksi menjadi bagian penting dalam proses berorganisasi. Refleksi yang dimaksud bukan sekadar evaluasi formal, tetapi proses mendalam untuk memahami pengalaman, memperbaiki diri, dan bertumbuh bersama. Dengan adanya rasa peduli terhadap diri sendiri dan orang lain, hubungan dalam tim akan terjalin dengan lebih harmonis, saling menghargai, dan mampu bekerja sama secara efektif.
 
Melalui rangkaian materi dan pengalaman yang didapatkan selama LDK, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan berorganisasi sehari-hari. Nilai-nilai Ignasian yang ditanamkan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki hati yang peduli, reflektif, dan siap melayani sesama.

Kegiatan LDK yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKS) adalah salah satu langkah strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hal teknis,  namun lebih kepada nilai moral dan kemanusiaan. Dengan demikian, kegiatan LDK tidak hanya membekali para peserta dengan pengetahuan peran dan tanggung jawab, tetapi juga menumbuhkan kesiapan mental dan spiritual untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan reflektif serta mampu menjalankan kepemimpinan dan siap untuk dipimpin. (dks)

 kembali
Arsip