Artikel

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN: MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DAN SOLIDARITAS BERLANDASKAN NILAI IGNASIAN

24-03-2025

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKS) menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada 22–23 Maret 2025, kegiatan yang diadakan ini bertujuan untuk melatih para mahasiswa dalam mengembangkan keterampilannya dalam hal kepemimpinan yang sejalan dengan nilai-nilai Ignasian.

Menurut spiritualitas Ignasian, relasi yang baik dalam komunitas dengan menerapkan sikap peduli tidak hanya membantu menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar berbagi, mendengar, dan saling menguatkan. Sebagai mahasiswa, bersikap selektif dalam berteman memungkinkan kita mendapatkan dukungan yang memahami dan menghargai perjalanan menghadapi tantangan kepemimpinan.

Romo Dr. Suharjanto, S.J., M.A. menyampaikan bahwa tiga peristiwa penting dalam pembentukan jiwa besar. Peristiwa penting tersebut yaitu ketika seseorang pergi untuk merantau kuliah, mendapatkan teman yang suportif, dan juga menjadi seorang pemimpin dalam organisasi.

Dalam kegiatan ini juga dijelaskan bahwa kepemimpinan Ignasian menekankan pelayanan dengan kesadaran, rasa syukur, dan kerendahan hati. Merantau membentuk kemandirian, ketahanan mental, dan kepercayaan pada rencana Tuhan. Relasi yang peduli terwujud dengan membantu berbagi, mendengar, dan saling menguatkan. Kepemimpinan bukan hanya sekedar posisi di atas tetapi keberanian membawa perubahan positif dengan rasa syukur dan kepekaan terhadap sesama. Dukungan dan apresiasi menciptakan pertumbuhan bersama, sementara mengakui kesalahan menunjukkan jiwa kepemimpinan yang besar. Membangun masyarakat apresiatif dalam kepemimpinan Ignasian berarti menghargai kebaikan dan kontribusi individu, memperkuat solidaritas, dan menghubungkan tujuan berbeda menuju misi dan tujuan bersama. Kepemimpinan ini menekankan pentingnya relasi yang erat antara pemimpin dan anggota dalam mencapai tujuan.

 
Dari pemaparan narasumber Romo Dr. Suharjanto, S.J., M.A., kita belajar bahwa kepemimpinan yang berjiwa besar adalah kepemimpinan yang lahir dari refleksi, syukur, dan pelayanan. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli, penuh empati, dan siap melayani sesama. Dengan Ignatian Spiritualitas, pemimpin dapat melihat tugasnya bukan sekadar tanggung jawab, tetapi sebagai panggilan untuk memberi dampak positif bagi orang lain. (Diksi)

 kembali
Arsip