Artikel

Economics in Indonesia -Tata Kelola Organisasi di Sektor Publik (Pemerintahan) di Indonesia

13-01-2025

Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma (LB USD) bekerja sama dengan Center for Language Studies,University of Singapore (NUS) mengadakan kelas Tematik dengan beberapa topik. Salah satu topiknya adalah Economic in Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 November 2024 di SAC LB USD. Peserta dalam kegiatan ini adalah 8 orang yang sedang belajar bahasa Indonesia tingkat lanjut dari Center for Language Studies di University of Singapore (NUS). Pembelajar bahasa Indonesia di tingkat lanjut tersebut `perlu memiliki pengalaman secara langsung belajar bahasa Indonesia di Indonesia. Oleh karena itu, Center for Language, NUS memfasilitasi dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode partisipatif, di mana peserta didorong untuk terlibat aktif melalui diskusi interaktif, presentasi, dan tanya jawab. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan kolaboratif, sehingga memungkinkan pertukaran pengetahuan yang mendalam antara penyelenggara dan peserta. Kegiatan ini diawali dengan perencanaan yang matang, termasuk penentuan tema kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta, yaitu tata kelola organisasi di sektor publik. Materi presentasi dan diskusi dirancang secara relevan, mencakup studi kasus tata kelola di Indonesia dan Singapura. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan SAC Lembaga Bahasa USD untuk memastikan lokasi dan fasilitas pendukung tersedia dengan baik.

Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai dengan sambutan dari perwakilan SAC Lembaga Bahasa USD yang memberikan penjelasan singkat mengenai tujuan kegiatan. Setelah itu, narasumber menyampaikan presentasi mengenai tata kelola sektor publik di Indonesia, dilengkapi dengan data dan analisis tingkat korupsi di dunia dan Asia Tenggara. Materi ini memberikan gambaran yang jelas tentang situasi di Indonesia dan relevansi tata kelola yang baik.
Selama kegiatan, peserta menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi, terutama dalam sesi diskusi, di mana mereka aktif memberikan pandangan dan berbagi pengalaman mengenai tata kelola di negara mereka. Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak. SAC Lembaga Bahasa USD menyediakan fasilitas tempat dan perlengkapan teknis, sementara tim narasumber menyusun materi presentasi dan memfasilitasi diskusi. Pihak administrasi turut berkontribusi dalam mengelola logistik dan memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Setelah sesi presentasi, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan perbedaan dan persamaan antara tata kelola di Indonesia dan Singapura. Diskusi ini berlangsung dengan sangat interaktif, di mana peserta berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah konkret yang diambil Singapura dalam memerangi korupsi. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh setiap kelompok di depan forum, yang memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk belajar dari perspektif yang berbeda. Forum tanya jawab menjadi bagian penting dalam memperdalam pemahaman peserta. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari prinsip-prinsip tata kelola hingga tantangan implementasi di lapangan. Sesi ini diakhiri dengan refleksi bersama mengenai pelajaran yang dapat diambil dari diskusi dan pengalaman yang dibagikan.

Hasil kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip tata kelola sektor publik di Indonesia dan terbangunnya dialog yang konstruktif antara peserta dan narasumber. Diskusi yang terjadi menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang perbandingan tata kelola di Indonesia dan Singapura. Selain itu, dokumentasi hasil diskusi menjadi referensi yang berharga untuk kegiatan serupa di masa depan. Namun, beberapa kendala juga dihadapi selama kegiatan. Perbedaan bahasa menjadi tantangan bagi beberapa peserta yang memerlukan waktu lebih untuk memahami istilah teknis. Selain itu, durasi kegiatan yang terbatas hanya dalam satu hari menjadi tantangan dalam mendalami semua materi yang telah disiapkan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan pentingnya pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional untuk memperkenalkan praktik tata kelola yang baik. Partisipasi aktif dari peserta membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menciptakan dampak yang signifikan, tidak hanya dalam hal pengetahuan tetapi juga dalam membangun jejaring dan saling pengertian antar budaya. Dengan evaluasi dan dokumentasi yang baik, kegiatan ini dapat dijadikan model untuk pengabdian kepada masyarakat di masa depan, terutama yang melibatkan peserta internasional.

 kembali
Arsip