Berita
Dosen Dan Mahasiswa Fakultas Vokasi USD Kenalkan STEM Melalui Coding Dan Robotika Di Sd Pangudi Luhur Muntilan
22/July/2026 WIB
Muntilan, 21 Juli 2026 . Tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengenalan STEM melalui Coding dan Eksperimen Robotika di SD Pangudi Luhur Muntilan”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam memperluas akses pembelajaran teknologi sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif sejak jenjang sekolah dasar.
Tim pengabdian terdiri atas empat dosen, yaitu Ir. Agus Siswoyo, M.T.; Ir. Antonius Hendro Noviyanto, M.T.; Ir. Eko Arianto, M.T.; dan Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, S.Si., M.Sc. Kegiatan tersebut turut melibatkan dua mahasiswa, yaitu Raden Handika Putra Kusuma dan Samkaka Airo Elroy.

Sebanyak 46 siswa kelas IV, V, dan VI serta enam guru SD Pangudi Luhur Muntilan, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ini. Pelibatan guru menjadi bagian penting dalam program pengabdian karena pengenalan STEM tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics melalui pendekatan yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan usia siswa sekolah dasar. Materi disampaikan dengan menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan persoalan yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan coding dilakukan sebagai sarana untuk melatih siswa menyusun instruksi secara runtut, memahami hubungan sebab dan akibat, serta menemukan solusi ketika menghadapi suatu permasalahan. Sementara itu, eksperimen robotika memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat bagaimana sebuah perintah dapat diterjemahkan menjadi gerakan atau respons pada perangkat robot.
Pendekatan praktik dalam kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat dalam proses mengamati, mencoba, berdiskusi, dan mengevaluasi hasil percobaan. Melalui proses tersebut, siswa diperkenalkan pada cara berpikir komputasional, yaitu kemampuan memecah permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian juga memberikan nilai tambah. Selain membantu proses pendampingan peserta, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari di perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Program ini tidak sekadar mengenalkan perangkat teknologi kepada siswa, tetapi juga berupaya membangun pemahaman bahwa teknologi dapat diciptakan, dikendalikan, dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai memiliki keberanian untuk mengeksplorasi dan menciptakan gagasan baru.
Bagi para guru, kegiatan pengabdian ini dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Konsep coding dan robotika dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran, seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, dan pembelajaran berbasis proyek.
Kegiatan “Pengenalan STEM melalui Coding dan Eksperimen Robotika di SD Pangudi Luhur Muntilan” menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam menghadapi perkembangan teknologi. Literasi digital dan kemampuan memecahkan masalah perlu diperkenalkan sejak dini agar peserta didik memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
back

Sebanyak 46 siswa kelas IV, V, dan VI serta enam guru SD Pangudi Luhur Muntilan, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ini. Pelibatan guru menjadi bagian penting dalam program pengabdian karena pengenalan STEM tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics melalui pendekatan yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan usia siswa sekolah dasar. Materi disampaikan dengan menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan persoalan yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan coding dilakukan sebagai sarana untuk melatih siswa menyusun instruksi secara runtut, memahami hubungan sebab dan akibat, serta menemukan solusi ketika menghadapi suatu permasalahan. Sementara itu, eksperimen robotika memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat bagaimana sebuah perintah dapat diterjemahkan menjadi gerakan atau respons pada perangkat robot.
Pendekatan praktik dalam kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut terlibat dalam proses mengamati, mencoba, berdiskusi, dan mengevaluasi hasil percobaan. Melalui proses tersebut, siswa diperkenalkan pada cara berpikir komputasional, yaitu kemampuan memecah permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian juga memberikan nilai tambah. Selain membantu proses pendampingan peserta, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan pengetahuan yang dipelajari di perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Program ini tidak sekadar mengenalkan perangkat teknologi kepada siswa, tetapi juga berupaya membangun pemahaman bahwa teknologi dapat diciptakan, dikendalikan, dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai memiliki keberanian untuk mengeksplorasi dan menciptakan gagasan baru.
Bagi para guru, kegiatan pengabdian ini dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Konsep coding dan robotika dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran, seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, dan pembelajaran berbasis proyek.
Kegiatan “Pengenalan STEM melalui Coding dan Eksperimen Robotika di SD Pangudi Luhur Muntilan” menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam menghadapi perkembangan teknologi. Literasi digital dan kemampuan memecahkan masalah perlu diperkenalkan sejak dini agar peserta didik memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
- Didanai DPPM 2026, Dosen USD Berdayakan Karang Taruna Tegalrejo Gunungkidul melalui Teknologi Inkubator Otomatis
- Youngnak Medical-Science High School Korea Selatan dan Fakultas Vokasi USD Dukung Perintisan Kelas Peminatan Elektromedis di SMK Kristen Pedan
- Mengukir Mimpi dari Balik Bukit: Robotika USD Menyapa Anak-Anak Gunung Kidul
- Tingkatkan Literasi Kesehatan Generasi Muda, Tim Dosen Vokasi USD Bekali Siswa SMK Pangudi Luhur dengan Teknologi Kesehatan Terkini
- Bekali Kader Posyandu Desa Pringombo dengan Literasi Penggunaan serta Perawatan Alat Kesehatan, Fakultas Vokasi USD Dukung Pelayanan Kesehatan Desa yang Lebih Berkualitas
- Dosen Dan Mahasiswa Fakultas Vokasi USD Kenalkan STEM Melalui Coding Dan Robotika Di Sd Pangudi Luhur Muntilan
- Ukir Sejarah di KRAI 2026: Perjuangan Tanpa Lelah Tim Robot Magis Fakultas Vokasi USD Berbuah Prestasi Nasional
- TIM MAGIS UNIVERSITAS SANATA DHARMA LOLOS KONTES ROBOT ABU INDONESIA (KRAI) TINGKAT NASIONAL 2026
- Gandeng Raksasa Mainan Global, Fakultas Vokasi USD Siapkan Mahasiswa Mekatronika & Elektromedis Menuju Industri 4.0!
- Menembus Batas Waktu: Bagaimana Visi Seorang Misionaris Belanda 28 Tahun Lalu Kini Menjadi Jembatan Sukses Industri dan Rumah Sakit Modern
