Comments on: Tablo Paskah: Refleksi Dari Seorang Herodes Muslim https://unit./cm/tablo-paskah-refleksi-dari-seorang-herodes-muslim/ Unit Pelayanan Pastoral dan Pengembangan Kerohanian Kampus Mon, 13 Apr 2020 01:26:12 +0700 hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.2 By: Heri https://unit./cm/tablo-paskah-refleksi-dari-seorang-herodes-muslim/comment-page-1/#comment-6511 Mon, 13 Apr 2020 01:26:12 +0000 https://unit./cm/?p=1339#comment-6511 Sebuah refleksi yang indah dan kaya dari pengalaman perjumpaan dengan yang berbeda. Membuka diri dan bersedia belajar bersama dengan yang berbeda adalah bukan perkara yang mudah. Namun, itu harus dicoba dan diusahakan demi terbangunnya dialog dan kerjasama di tengah kehidupan Indonesia yang majemuk.

]]>
By: Ainun Jamilah https://unit./cm/tablo-paskah-refleksi-dari-seorang-herodes-muslim/comment-page-1/#comment-6509 Fri, 10 Apr 2020 12:17:13 +0000 https://unit./cm/?p=1339#comment-6509 Tulisan ini hampir serupa dengan tulisan saya beberapa bulan yg lalu ketika saya yg notabene bercadar turut hadir dimalam misa Natal dan berbahagia bersama dalam perayaan malam itu. di liput oleh salah satu media hingga viral dan kemudian dihujat. Resiko yg selalu hadir bagi para pegiat lintas iman adalah “keimanan” kita menjadi hal yg paling laris di persekusi oleh orang2 diluar diri kita bahkan mereka bukan perwakilan Tuhan.

Terkait dengan isi dari tulisan ini saya menjadi sangat tertarik untuk ikut berpentas yah jika diterima . apakah ada peran yg bisa saya mainkan dengan cadar saya?

Tentang Isa dan Muhammad sebagaimana apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad dan saya mengimani itu. bahwa se istimewa apapun beliau, beliau tetap menganggap diri setara dengan semua Nabi dan Rasul bahwa Isa dan Muhammad bagian saudara yg memiliki tugas yg sama di zaman yg berbeda. Isa kerap membicarakan saudaranya, juga Muhammad kerap membicarakan Isa panutannya. Lantas kedua pengikutnya hari ini malah berselisih dan saling mencemo’oh. Saya ketika bergumul dengan teman-teman Nasrani membayangkan Isa dan Muhammad sedang berangkulan, mengobrol dengan santai, melemper tawa satu sama lain. Saya tidak berani membayangkan dan tentunya tidak akan terjadi ketika Isa dan Muhammad ibarat di dudukkan satu meja kemudian saling menghina satu sama lain sebagaimana apa yg biasa dipertontonkan dalam debat kusir Islam-Kristen.

Kenyataan saya yg berbuka puasa di rumah Pendeta, larut dalam perayaan Natal di lingkungan gereja dan katedral, juga melaksanakan shalat berkali-kali dirumah pendeta membuat saya merasa lebih beriman terhadap keberislaman saya dan sedikitpun tidak menggeser keimanan saya.

Perjumpaan dan pengalaman emosional nyatanya banyak membuat kita menyadari betapa beriman terhadap nilai2 kemanusiaan itu yg lebih utama.

Akhir kata, tulisan ini adalah salah satu narasi yang mungkin saja hanya sedikit mewakili dari luapan perasaan sang penulis dalam aktifitas pergumulannya dengan iman yang berbeda. Sebab, jujur saja pengalaman yang saya rasakan ketika melakukan pergumulan tidak mampu diwakili oleh beberapa kata bahkan paragraf manapun di dunia. Persentuhan rasa yang benar-benar ajaib dengan segala kehendak Tuhan yang terwujud indah dalam perjamuan antar iman

]]>
By: Ito https://unit./cm/tablo-paskah-refleksi-dari-seorang-herodes-muslim/comment-page-1/#comment-6506 Fri, 10 Apr 2020 05:17:56 +0000 https://unit./cm/?p=1339#comment-6506 Hallo bro..
Thanks tuk tulisannya. Banyak informasi baru yang memperjelas keruh dipermukaan. Tentu sangat menguatkan saya sebagai orang katolik dengan menunjukan sisi berbeda kita, yg juga berarti saling memahami adalah bentuk terimakasih kita kepada Tuhan Maha Kuasa yang tak bisa diselami namun selalu menjelaskan Dirinya lewat banyak jalan bahkan lewat jalan yang penuh kejutan:lewat pengalamanmu, juga lewat tulisan ini untuk saya.
God bless

]]>