https://e-journal./index.php/BandarMaulana/issue/feedBandar Maulana: Jurnal Sejarah Kebudayaan2026-04-10T15:17:43+07:00F. Galih Adi Utamagalihadiutama@Open Journal Systems<p><strong>Bandar Maulana</strong> merupakan jurnal ilmiah sejarah kebudayaan yang diterbitkan oleh Program Studi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Jurnal Bandar Maulana pertama kali terbit pada bulan November 1994 dengan frekuensi dua kali dalam satu tahun, yakni Maret dan Oktober. Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan perkembangan sejarah dan kebudayaan Indonesia dalam konteks global dan lokal, dengan menitikberatkan sumber-sumber empiris dan gagasan mutakhir.</p><p>Bandar Maulana menerima artikel ilmiah hasil penelitian dari para peminat sejarah kebudayaan Indonesia. Artikel sepanjang 3000-5000 kata dapat dikirim ke redaksi melalui email bandarmaulana@. Artikel yang masuk akan melewati proses evaluasi dan penyuntingan yang dilakukan oleh tim redaksi.</p>https://e-journal./index.php/BandarMaulana/article/view/14351Wates, Solo or where? Colonial views on Javanese cultural centres, 1811-18432026-04-10T15:16:43+07:00Max Rooyackersmaxrooyackers@outlook.com<p>This article discusses the founding of the Instituut voor de Javaansche Taal (Institute for the Javanese Language, 1832-1843) in the city of Soerakarta, also known as Solo. It covers the background of its establishment, how 19th-century Dutch people viewed the Javanese culture, and why Soerakarta was chosen as a play to study Javanese culture. Using a historical approach, this article explores colonial government sources found in the Algemeene Secretarie collection. The colonial government created the institute to help young Dutch people learn about Javanese culture as a way to support long-term colonial rule. Soerakarta was chosen as a place to study Javanese language and culture because of its purity of Javanese culture, colonial politics, and scientific education. Later, a change in perspective regarding this reason led the center of Javanese cultural studies to be moved to the Netherlands.</p>2026-02-02T11:58:28+07:00Copyright (c) 2026 Max Rooyackershttps://e-journal./index.php/BandarMaulana/article/view/14352Pengorganisasian pemogokan buruh oleh Sarbupri pada tahun 1950 menurut teori serikat pekerja Antonie Pannekoek2026-04-10T15:16:43+07:00Ghina Nazla Salsabilaghinamj@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang pemogokan buruh yang diorganisasi oleh Sarbupri pada tahun 1950. Kasus pemogokan yang menjadi salah satu peristiwa terbesar di Indonesia ini dianalisis dengan teori dari Antonie Pannekoek, seorang teoritikus Marxis yang menjabarkan beberapa aspek mengenai pemogokan buruh, yaitu tugas para buruh (<em>The Task</em>), perjuangan para buruh (<em>The Fight</em>), dan musuh para buruh (<em>The Foe</em>). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa zaman depresi yang terjadi membuat kondisi sosial buruh makin terpuruk. Selama ini, gaji buruh perkebunan tidak dapat mencukupi kehidupan sehari-hari, sehingga memicu tuntutan untuk kenaikan gaji sebesar <em>f </em>3,50 yang dilayangkan ke asosiasi perusahaan perkebunan, <em>Algemeen Landbouw Syndicaat </em>(ALS). Tuntutan yang tak kunjung diterima membuat Sarbupri mengeluarkan perintah untuk melakukan mogok masal bagi 700.000 anggotanya. Pemogokan berakhir ketika perseteruan kedua pihak dimediasi oleh pemerintah. Dalam perundingan ini Sarbupri harus berkompromi untuk menerima kenaikan gaji hanya sebesar R.<em> </em>3,-. </p>2025-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ghina Nazla Salsabilahttps://e-journal./index.php/BandarMaulana/article/view/14461Berita Pemerkosaan dalam Surat Kabar Eropa di Jawa 1918-19422026-04-10T15:16:43+07:00Rafinne Oktavitae Megarafinneoktavitaem@gmail.com<p>Penelitian ini mengeksplorasi pemberitaan pemerkosaan dalam surat kabar Eropa di Jawa pada tahun 1918-1942, dengan fokus pada bagaimana media massa Eropa mengkonstruksi peristiwa pemerkosaan dan pandangan masyarakat Eropa terhadap kasus tersebut. Melalui analisis <em>framing</em>, penelitian ini menyoroti bagaimana korban dan pelaku digambarkan dalam berita. Metode sejarah yang digunakan mencakup pemilihan topik, pencarian, verifikasi sumber, dan historiografi. Arsip surat kabar Eropa di Jawa menjadi sumber utama penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar surat kabar Eropa bersikap objektif terhadap korban, melindungi identitas korban, dan mengekspos identitas pelaku. Media massa Eropa cenderung berpihak pada korban tanpa memandang gender dan ditemukan banyak korban yang usia anak. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai sikap media kolonial terhadap kekerasan seksual, yang berbeda dengan tren <em>victim blaming</em> dalam media modern.</p>2025-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rafinne Oktavitae Megahttps://e-journal./index.php/BandarMaulana/article/view/14463Pengaruh Islam dalam Pernikahan Kontemporer Masyarakat Bugis2026-04-10T15:16:43+07:00Juirah Juirahjuirahjui@gmail.comRahim Yunusjuirahjui@gmail.comSyamzan Syukurjuirahjui@gmail.comPenelitian ini bertujuan untuk meneliti budaya pernikahan kontemporer pada masyarakat Bugis dengan melihat pengaruh Islam di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan menggali data dari beberapa literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik pernikahan masa kini, sejumlah tradisi mengalami perubahan. Beberapa rangkaian prosesi yang dahulu dijalankan secara utuh kini tidak sepenuhnya dipertahankan, melainkan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pengaruh Islam terhadap perubahan budaya pernikahan masyarakat Bugis relatif mudah diterima, karena sebagian besar unsur dalam prosesi pernikahan Bugis telah selaras dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.2025-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Juirah Juirah, Rahim Yunus, Syamzan Syukurhttps://e-journal./index.php/BandarMaulana/article/view/14462Paguyuban Makarti Roso Manunggal 2013-20232026-04-10T15:17:43+07:00Gisela Litaniagiselalitania05@gmail.comFlorentinus Galih Adi Utamagalihadiutama@Penelitian ini membahas pertumbuhan dan perkembangan Paguyuban Gerobak Sapi Makarti Roso Manunggal di Sleman Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2013-2023, serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-ekonomi para sopir gerobak (bajingan) di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Paguyuban Gerobak Sapi Makarti Roso Manunggal di wilayah Sleman Timur diprakarsai oleh Sariman Montil pada tahun 2013. Tujuan utama didirikannya paguyuban tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian dan menjadi ajang silaturahmi antar sesama bajingan, serta mewadahi para bajingan di wilayah Sleman Timur. Perkembangan dalam paguyuban terlihat dari terbentuknya struktur kepengurusan, bertambahnya jumlah anggota, dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh anggota paguyuban. Eksistensinya dalam satu dekade memberikan pengaruh bagi para bajingan dalam bidang ekonomi dan sosial.2025-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Gisela Litania, Florentinus Galih Adi Utama